Takut

Terlalu banyak rasa takut yang ada di kepala. Fatalnya, takut itu kemudian turun mengendap ke hati, lalu terbawa oleh darah menuju seluruh indera. Rasa takut yang menyekap, membuatnya tak bisa berbuat apa-apa. Diri yang terlalu takut membuatnya lebih fatal lagi; tidak bisa maju kemanapun. Rasa takut membayangi diri, memaksanya untuk selalu melihat kebelakang. Seakan kita hidup dalam masa lalu, yang bahkan tidak akan bisa kita temui lagi.

Atas nama masa lalu, aku hanya memintamu untuk berpikir. Setelah ini semua, puaskah kamu?

14 Juli 2014

Favoritku kesebelasan Jerman baru saja menang.
Kamu juga menang. Selamat.
Tapi aku tidak punya hadiah.
Aku hanya punya aksara, dan spasi.

Setengah spasi

Ah. Apakah ini saatnya ku harus menulis spasi baru? Apakah ini saatnya ku bergerak dari titik yang dulu, untuk maju pada prosa baru dan meninggalkan yang telah berlalu? Aku.. belum tahu. Aku hanya perlu dikokohkan. Karena jika tidak, aku akan terus bergumam,
'Apakah ini saatnya aku harus menulis spasi baru?'

Saru.

Semoga selalu seperti pelangi.
Hadirnya menghapus temaram,
memberi keteduhan di muka bumi.
Melindungi langit
Jangan, jangan menangis lagi

Hamba memohon untuk jiwa seteduh itu. Semoga, untuk setiap hati yang gelisah
Semoga tangismu tidak sederas hujan.

Entah pertanda apa
Hamba berdoa untuk semua hal baik
Untuknya
Yang semoga mimpi ini salah
Semoga
Semoga
Semoga
Semoga

Semoga tuan menerima doa hamba
Semoga tuan, senantiasa bahagia.

Terlalu rindu.
Ah, mungkin hanya karena sepi.
Di sini terlalu sepi.
Maka daripada itu, aku merindu.

Cepat pulang.

indonesianhistory:

Royal picture of the day - Raden Ajeng Kartini with her husband, Raden Adipati Joyodiningrat, the Regency Chief of Rembang. Date unknown.

<3

indonesianhistory:

Royal picture of the day - Raden Ajeng Kartini with her husband, Raden Adipati Joyodiningrat, the Regency Chief of Rembang. Date unknown.

<3

Missing. Missed. Miss.

Tags: kangen

Baby you make my whole world so wonderful, you make me feel so beautiful..

Titik tanpa koma, sang pembuka dua spasi, pengantar dua kata.
Titik, ia sejati berteman dalam cerita. Melanjutkan kisah yang sebelumnya tertulis, dan dapat ia akhiri kapanpun ia inginkan.
Tapi titik, menorehkan spasipun aku masih berat.
Tunggu aku, bersabarlah. Ini belum waktumu. Nanti akan kuhadiahkan kau aksara sebagai pengganti spasimu yang hilang.

"tiba-tiba terlalu sederhana untuk dimengerti
kemudian kusut lagi"

(via uselesshabit)

Contoh nyata: hari H bimbingan dengan dosen dan H+1 bimbingan

(via rr10610052)

Problematika mahasiswa tingkat akhir

(via rrasyidi)

"The loneliest people are the kindest, The saddest people smile the brightest. The most damaged people are the wisest. All because they do not wish to see anyone else suffer the way they do."

— Unknown

indonesianhistory:

Genealogy of the Rajasa Dynasty, the royal house whose descendants ruled the Kingdom of Singasari and Majapahit Empire. Click here for better viewing! [from]
*) Ken Angrok is a variant spelling of Ken Arok.

Sejarah selalu menarik :3

indonesianhistory:

Genealogy of the Rajasa Dynasty, the royal house whose descendants ruled the Kingdom of Singasari and Majapahit Empire. Click here for better viewing! [from]

*) Ken Angrok is a variant spelling of Ken Arok.


Sejarah selalu menarik :3

(via sepedakuning)

,

Tuhan, aku letih. Ketika dunia menjadi tidak serius, dunia sudah tidak lagi sama. Mereka terus bermain-main, dan aku dipermainkan. Aku memang senang melihat orang lain senang, tertawa dan berbahagia. Tapi sungguh bukan ini caranya. Belum lagi untuk yang menjadikan aku sebagai singgahan sementara, ketika dunianya sedang tidak bersahabat.

Benar-benar tempat macam apa ini, aku tidak mengenalinya lagi.

Ini jam 3 pagi, dan aku terjaga. Raungan kucing ingin kawin semakin membuat riuh malam. Aku ingin tidur, setidaknya sebelum fajar datang. Sebutlah apa yang kau inginkan sekarang? Uang? Rumah mewah? Sebut saja. Ketika orang lain mendambakan kebahagiaan duniawinya , yang aku ingin kini hanya mata terpejam, terlelap, lalu jatuh ke dalam mimpi. Cukup. Penyakit ini memang harus segera diatasi.

Saya pernah jadi anak yang sok kuat. Ingin hidup mandiri, sendiri di kota orang. Sok-sok get lost, pokoknya ingin cepat-cepat punya penghasilan sendiri, dan meninggalkan rumah.

Sekarang di umur saya yang ke 21, saya malah merasa semakin manja. Setiap hari saya ingin selalu cepat pulang kuliah. Akhir minggu saya ingin selalu berada di rumah. Tidak ingin kemana-mana, hanya di rumah. Bersama ibu.

Padahal ibu hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Punya minus jarang masak, dan jarang nyuci. Kelebihannya rajin bekerja, tegas, jujur, supel, dan penyayang.

Seharusnya semakin dewasa umur saya, saya harus bisa lebih mandiri. Tapi justru saya merasa semakin manja.

Ini manja bukan manja tanpa alasan. Saya cuma takut, nanti saya terlalu cepat berpisah sama ibu.